Friday, January 9, 2009

tidur menentukan kecerdasan

Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang empuk-empuk.
Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, karena saling menekan dengan alas tidurnya.
Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini akan mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.
Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.
Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB - 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 - 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya…
Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 - 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.
Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

kepribadian yang tercermin dari posisi dan cara tidurnya

Menurut seorang peneliti Inggris yang mengamati pola tidur, posisi tidur seseorang ternyata mencerminkan kepribadiannya. Profesor Chris Idzikowski, direktur Sleep Assessment and Advisory Service, sekaligus pengajar di Universitas Surrey, selatan Inggris, telah mengidentifikasi enam posisi tidur yang umum dan apa artinya. “Kita selalu memperhatikan dan bisa menyimpulkan kepribadian seseorang lewat bahasa tubuh saat bangun. Namun, ini kali pertama kita bisa mengetahui bagaimana kepribadian dan sifat seseorang dari posisi tidurnya,” ujar Idzikowski, Selasa (16/9).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Idzikowski terhadap tamu-tamu di sebuah hotel, meringkuk seperti bayi adalah posisi tidur yang paling banyak ditemukan dan disukai oleh 51% responden wanita. Ketika dicocokkan dengan kepribadian para responden, mereka yang tidur meringkuk ini kebanyakan pemalu dan sensitif. Sementara orang-orang yang tidur telentang dengan tangan di samping kepala biasanya pendiam dan suka menyendiri. Tidur menyamping dengan kaki-kaki melintang dan tangan menjulur ke bawah, mengindikasikan sifat yang sosial dan suka menolong. Tetapi, bila posisi tangannya menyilang, maka orang itu pastilah gampang curiga. Posisi tengkurap dengan perut menyentuh kasur dan tangan di samping kepala, ternyata merupakan posisi yang paling tidak biasa. Hanya 6,5% responden memilihnya dan mereka rata-rata usil, namun suka berteman. Sedangkan para pendengar yang baik biasanya tidur dengan posisi seperti bintang laut—telentang dengan kaki dan tangan lurus melintang.
Idzikowski, yang membandingkan posisi-posisi tidur dengan sifat seseorang dalam penelitiannya, mengatakan bahwa bila seseorang menyukai suatu posisi tidur dan terbiasa dengannya, maka posisi itu biasanya tidak akan berubah. Walau demikian, hasil ini tentu saja bukan suatu hal yang mutlak karena dalam penelitian ditemukan pula orang-orang dengan posisi tidur dan kepribadian yang sama sekali berbeda dengan kesimpulan di atas.
Berbeda dengan Idzikowski, Samuel Dunkell, M.D., direktur Insomnia Medical Services di New York City, mempelajari keterkaitan antara posisi tidur dan kepribadian hanya khusus terhadap para pria. Posisi tidur favorit para pria ini mencerminkan nantinya menjadi pasangan seperti apakah dia. “Ini indikator terkuat, sebab dengan posisi seperti itu biasanya dia merasa paling nyaman,” ujar Samuel.Berikut ini empat posisi tidur dan kemungkinan sifat yang dimiliki oleh para pria berdasarkan penelitian Samuel:
Full Fetal. Pria yang menyukai posisi tidur seperti bayi dalam kandungan ini biasanya peka dan mudah tersinggung. Dia selalu menjaga hatinya benar-benar. Biasanya dia memeluk bantal sebagai teman tidur demi keamanannya. Ini mengindikasikan bahwa pria tersebut butuh jaminan perasaannya mendapat balasan sama dari perempuan yang diincarnya sebelum dia memutuskan untuk meneruskan sebuah hubungan.
Face Down. Jika pria menyukai posisi tidur dengan wajah menghadap bantal dan perutnya sebagai tumpuan, ini mengindikasikan bahwa dia punya semangat dan energi. Dia jenis laki-laki yang tepat waktu dan cenderung mudah meraih kesuksesan. Posisi tidur seperti ini mengindikasikan dia seseorang yang suka mengendalikan.
On His Side. Pria yang hobi tidur dengan posisi ini cenderung memiliki pola hidup yang serba teratur dan rasional. Sementara posisi semi fetal ini hanya mengambil sedikit jatah tempat tidur, dia cenderung menjadi seorang giving lover.
On His Back. Pria yang tidur dengan wajah dan badan menghadap ke atas cenderung punya rasa percaya diri yang tinggi dan mungkin cenderung menjadi sombong. Kenapa demikian? Dari posisi tidurnya saja terlihat, dia menguasai seluruh tempat tidur dengan badan terekspos sedemikian rupa. Dia ingin menjadi pusat perhatian. Kabar baiknya, dia orang yang terbuka dan mau mencoba hal-hal baru, baik di tempat tidur atau di luar sana.
Dari sumber lain, kepribadian seseorang dapat pula diketahui melalui caranya menggunakan bantal ketika tidur. Berikut ini kemungkinan sifat yang ada:
Tidur dengan satu bantal. Mereka tipe yang tidak suka mengada-ada dan cenderung menerima keadaan seadanya. Mereka membuat keputusan berdasarkan nalar dan bukan nafsu semata.
Menggunakan banyak bantal. Biasanya mereka kurang keyakinan. Dalam keseharian hidup, mereka membutuhkan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, lebih suka mendapat pandangan orang lain.
Tidur memeluk bantal. Mereka biasanya berjiwa seni dan memiliki penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, musik, dan sastra. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Mereka juga memiliki keprihatinan terhadap kesusilaan. Kadang ada pula yang dapat membaca peristiwa yang akan berlaku melalui mimpi.
Meletakkan bantal di bawah kaki. Mereka mempunyai sifat kurang baik, jarang bergaul dengan orang ramai, dan kaku dalam pergaulan. Ini menyebabkan mereka cenderung bersifat egois. Mereka tidak suka berusaha dan gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-cita.
Tidur tanpa bantal. Mereka memiliki sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadang sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat ego.
Dikutip dari:berita.kafedago.com, www.arielz.net, www.akupercaya.com, www.indonesiaindonesia.com