Wednesday, July 21, 2010

CATATAN PENCARI KERJA

Bandung, 21 Juli 2010

Hari ini tepat seminggu aku bekerja di sebuah usaha finger print test bernama Brain Mapping Intelligence Analysis di Bandung. Awal ke kantor ini, tadinya cuman mau mastiin apa bener aku disuruh kerja di sebuah biro psikologi, eh ternyata kerjanya di sebuah usaha rintisan finger print test yang pemiliknya aja bukan dari psikologi. Tempatnya di mall yang sepi lagi, haduuuh…meragukan. Awalnya aku ragu, tapi lalu menghibur diri bahwa di sini cuma persinggahanku buat sementara aja. Kelak kan masih ada nglamar beasiswa S2 sama tes cpns. Yah itung2 isi waktu…

Selama seminggu ini mentalku jatuh bangun. Kerja di sebuah kantor yang berada di sebuah mall yang sepi, cukup bikin bosan. Apalagi dengan jobdesk yang pada waktu itu belum jelas. Temennya aja cuma pak satpam. Harga diriku waktu itu masih tinggi. Aku sering merasa, aku ini sarjana psikologi loh, dari universitas ternama di Semarang lagi, IP ku juga cukup memuaskan. Harusnya aku itu kerja di perusahaan sebagai HRD. Tapi lalu ada satu pertanyaan yang cukup menohok, emangnya aku tau caranya jadi HRD. Emangnya aku cukup berpengalaman jadi HRD? Bukannya rata2 perusahaan membutuhkan HRD staff yang paling tidak sudah 1 tahun berpengalaman kerja?huuuh….

Harga diri, dan kebosanan kerja kadang bikin aku stress. Tapi sekali lagi aku berusaha menghibur diri. Begitu juga orang2 di sekitarku yang sering kena keluhanku. Banyak teman2ku di luar sana yang belum mendapatkan pekerjaan, tidak tahu apa yang harus dilakukan selain menunggu panggilan dan mencari lowongan. Aku ini cukup beruntung, anggap saja belajar tapi malah dibayar, ga usah pikirin gaji yang kecil, begitu ucap ibuku. Yah ibu memang paling bisa menghibur hatiku.

Hari demi hari aku temukan titik terang. Aku mulai diajari jenis2 finger print, kemudian cara taking sample, sampai akhirnya aku berani taking sample klien sendiri. Pembelajaran yang cukup menyenangkan, tapi masih saja terkadang aku bosan, dan bingung bagaimana caranya membunuh bosanku itu. Sampai suatu hari, bosku bercerita tentang film yang ditontonnya. Beliau memang senang mengobrol. Beliau bercerita tentang satu film, yang sebenarnya ada bukunya juga, yaitu film “the secret”. Film itu bercerita tentang rahasia kehidupan yang akan membuat hidup kita sukses dan bahagia. Cerita yang menjawab dan mematahkan semua keluhan yang pernah kulakukan. Intinya adalah Tuhan itu sudah merencanakan yang terbaik bagi setiap hambaNya. Kita boleh saja bermimpi setinggi mungkin, karena mimpi itu doa. Para peneliti pun awalnya dibilang gila oleh orang2 di sekitarnya, tapi apa? Mereka menemukan alat2 yang ternyata bermanfaat bagi kehidupan manusia. Semua itu berawal dari mimpi, seperti kata Andrea Hirata. Tapi kita tidak boleh sekedar bermimpi, kita juga harus mewujudkan mimpi tersebut dalam setiap langkah usaha kita. Intinya, Tuhan mendengar setiap mimpi dan doa kita, hanya saja mungkin Tuhan tidak mewujudkannya sekarang, tapi nanti, di saat yang terbaik. Tapi jangan takut doa dan mimpi itu pasti terwujud. Sebagai manusia tugas kita hanyalah berusaha sebaik mungkin, sekeras mungkin, berdoa pada Tuhan, dan kemudian bersabar. Maka hati kita tidak akan terbebani oleh keinginan2 yang tidak kunjung terwujud. Semua yang besar, pasti dimulai dari sesuatu yang kecil, begitu kata Mario Teguh.

Cerita bos tersebut bagai air sejuk yang menyiram tanah yang kering kerontang. Sampai pulang kerja, aku ga berhenti senyum2 sendiri (mungkin orang kira aku gila, biarin aja). Hatiku rasanya tenang, senang, dan bersyukuuuur banget. Ini adalah bagian dari jawaban Tuhan atas doaku agar diberikan pekerjaan yang berkah bagi kehidupanku di dunia dan di akhirat. Tuhan telah menunjukkan jalan, agar aku belajar makna kehidupan dulu dari bosku yang sekarang. Terima kasih Ya Allah, Engkau memang Maha Baik… (^_^)

NB: Masalah gaji yang kecil, minta saja sama Tuhan, Beliau kan Maha Kaya, hehe…